Senin, 21 November 2016

Kader Pemimpin Kurang di STKIP MUHAMMADIYAH BARRU


Itulah salah satu ungkapan dari Presiden Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Barru usai kami temui beberapa waktu lalu, ungkapnya "Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Barru sangat kurang kader yang mempunyai mental kepemimpinan" tandasnya.
Beliau mengatakan salah satu faktor yang paling mendasar yaitu kurangnya kesadaran berorganisasi ditambah lagi kultur kelimuan serta kelompok-kelompok kecil diskusi atau pun kajian-kajian sangat jarang di temukan dikalangan mahasiswa. Mahasiswa cenderung menyukai kegiatan-kegiatan yang sifatnya pragmatis, sepanjang sesuatu tak merugikan mereka mereka tak akan peduli asal mereka amam, Datang, Kuliah, Duduk, Diam kemudian pulang. inilah pola yang kian membunuh karakter nilai kemahasiswaan didalam diri mahasiswa akhirnya Ilmu kepemimpinan yang hanya ditempuh lewat Organisasi baik itu BEM, IMM dll. sangat kurang populer dikalangan mahasiswa, Sehingga untuk mendambakan seorang Mahasiswa yang mempunyai jiwa kepemimpinan sebagai identitas mereka hanya tinggal kenangan dan cerita.
Lewat SILATWIL BEM PERGURUAN TINGGI MUHAMMADIYAH Se Indosia Timur di Kota Palopo maka diharapkan segala permasalahan setiap perguruan tinggi khususnya dirana mahasiswa dapat diatasi.


Minggu, 14 Februari 2016

UNJUK RASA TOLAK VALENTINE'S DAY








PEMANDANGAN tak biasa di bundaran Tugu Empat Payung kota Barru, Kabupaten Barru, mahasiswa dengan almameter merah tampak berdiri di setiap sisi bundaran. Mereka ada di setiap penjuru arah, dengan membawa kain dan selebaran yang bertuliskan “We Are Muslim, Say No to Valentine’s Day”, Sabtu (13/02/2016).
Mereka adalah Mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kab. Barru dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP Muhammadiyah Barru yang sedang membagikan selebaran berisi penolakan perayaan hari kasih sayang atau Valentine Day.
Dalam selebaran tersebut memaparkan bahwa valentine’s day tidak boleh dirayakan oleh seorang muslim karena merupakan budaya yang dapat merusak moralitas terlebih bagi para generasi muda terlebih yang masih belum menikah.
Junaedy Makhdar, koordinator lapangan mengatakan budaya Valentine Day tidak sesuai dengan ajaran agama Islam, karena itu tidak perlu merayakannya. “Apalagi jika diisi dengan kegiatan maksiat, seperti hura-hura pada malam valentine yang merupakan sikap hedonisme,” ujarnya.
Terik matahari tidak menyurutkan aksi mahasiswa ini, koordinator juga dengan lantang berpidato menggunakan pengeras suara mengatakan untuk tidak merayakan Valentine Day. “Mari ajak generasi muda kita untuk tidak merayakan budaya yang merusak moral mereka,” tandas Junaedy.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Dialog Terbuka di STIA Al Gazali Barru pada 11 Februari 2016, bekerja sama antara PC IMM Kab. Barru, DPD KPPSI Kab. Barru, DPD II KNPI Kab. Barru, dan BEM STIA Al Gazali Barru yang bertemakan Valentine’s Day Sebagai Virus Rusaknya Moralitas Generasi Muda Islam. (Jhony S)